IMG_20260518_213822
Bunga Mawar Merah

Fatiha Safira Naja

Air menyertai kehidupanmu
menyinarimu agar kau subur
tumbuh subur dan tak akan layu
kupu-kupu menghiasi tampangmu

warnamu seindah hatimu
enak dilihat sedap dipandang
merahmu seindah hidupmu
keindahanmu tak akan memudar
kau menghiasi taman rumahku.

tampangmu begitu indah di puja
memandangmu tak akan pernah bosan
seliup-liup angin menghempasmu
tetapi kau tetap berdiri tegak
bagaikan tiang yang berpenyangga

tiada dirimu,tiada juga cinta yang tumbuh
hati ini bergantung kepada pundakmu
Karena dirimu tiada hati yang bersatu
tangkaimu begitu kokoh dan tak pernah patah
hatiku begitu terpesona jika memandangmu

 

Ulasan

Puisi Bunga Mawar Merah karya Fatiha Safira Naja menghadirkan keindahan mawar sebagai simbol cinta, keteguhan, dan kekaguman. Penyair menggambarkan mawar bukan hanya sebagai bunga yang indah dipandang, tetapi juga memiliki makna mendalam tentang kehidupan dan perasaan hati. Diksi sederhana namun puitis membuat pembaca mudah merasakan kelembutan suasana yang dibangun dalam setiap baitnya. Selain menggambarkan kecantikan mawar, puisi ini juga menyiratkan pesan tentang kekuatan dan keteguhan, terlihat dari penggambaran mawar yang tetap berdiri tegak meski diterpa angin. Hal itu menjadikan puisi ini terasa hangat, romantis, sekaligus penuh makna emosional.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait