IMG20260914081514_11zon
Dari Juara OMI IPA hingga Ayam Bangkok: Janji Kepala Madrasah yang Menjadi Nyata di MTs Negeri 2 Rembang

Rembang, 14 September 2026 — Ada cara yang berbeda dan penuh makna dilakukan MTs Negeri 2 Rembang dalam memberikan apresiasi kepada peserta didiknya. Usai pelaksanaan upacara rutin pengibaran bendera pada Senin (14/9), suasana penuh kebanggaan hadir ketika Ahmad Ari Eka Ramdhani, siswa MTs Negeri 2 Rembang yang berhasil meraih Juara I Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) mata pelajaran IPA tingkat Kabupaten Rembang, menerima hadiah secara langsung dari Kepala MTs Negeri 2 Rembang, Ulinnuha, S.Fil.I.

Yang membuat momen tersebut semakin istimewa, hadiah yang diberikan bukanlah sekadar piala atau bingkisan, melainkan seekor ayam jago Bangkok—sesuatu yang memang menjadi keinginan Ari Eka sejak sebelum pelaksanaan Kompetisi OMI.

Hadiah tersebut merupakan bentuk apresiasi sekaligus wujud komitmen Kepala Madrasah dalam memenuhi janji kepada peserta didik. Menjelang pelaksanaan Kompetisi OMI, Kepala Madrasah sempat bertanya kepada para peserta mengenai apa yang mereka inginkan apabila berhasil meraih juara.

Ketika giliran Ari Eka ditanya, jawabannya cukup sederhana, tetapi sangat personal. Ia mengungkapkan keinginannya untuk memiliki ayam Bangkok yang dapat dipelihara dan diternakkan di rumah.

Keinginan tersebut akhirnya benar-benar diwujudkan setelah Ari Eka berhasil menorehkan prestasi sebagai Juara I OMI mata pelajaran IPA tingkat Kabupaten Rembang. Penyerahan hadiah dilakukan langsung oleh Ulinnuha di hadapan peserta didik dan keluarga besar madrasah setelah upacara bendera.

Bagi madrasah, apresiasi semacam ini bukan semata-mata tentang nilai materi dari sebuah hadiah. Lebih dari itu, pemberian hadiah menjadi bentuk penghargaan terhadap proses, perjuangan, keberanian berkompetisi, dan prestasi peserta didik.

Menariknya, setelah menerima hadiah tersebut, Ari Eka kembali mendapatkan pertanyaan yang sama dari Kepala Madrasah: Jika nanti berhasil menjadi juara pada OMI tingkat Jawa Tengah, apa yang diinginkan?

Jawaban Ari Eka pun tidak banyak berubah. Ia masih memilih ayam Bangkok. Namun kali ini, keinginannya lebih spesifik: ayam Bangkok super betina yang nantinya dapat dipelihara dan dikembangkan sebagai bagian dari kegiatan ternak di rumah.

Jawaban tersebut sontak menjadi bagian menarik dari momen apresiasi pagi itu. Di balik prestasi akademiknya, Ari Eka ternyata memiliki ketertarikan pada dunia peternakan dan memiliki keinginan sederhana untuk mengembangkan hobinya di rumah.

Bagi MTs Negeri 2 Rembang, kisah Ari Eka memberikan pesan bahwa setiap anak memiliki minat, impian, dan cara tersendiri dalam memaknai sebuah penghargaan. Tugas madrasah bukan hanya mendorong peserta didik untuk berprestasi, tetapi juga memberikan ruang bagi mereka untuk tumbuh sesuai dengan minat dan potensi yang dimilikinya.

Prestasi Ari Eka di tingkat Kabupaten Rembang sekaligus menjadi langkah awal menuju tantangan berikutnya. Setelah berhasil menjadi yang terbaik di tingkat kabupaten, ia kini diharapkan mampu mempersiapkan diri untuk menghadapi OMI tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Dan jika kelak prestasi itu kembali diraihnya, bukan tidak mungkin ayam Bangkok betina super yang menjadi impiannya akan kembali hadir sebagai bagian dari cerita panjang perjalanan prestasinya.

Dari laboratorium IPA menuju kandang ternak, dari sebuah janji menuju prestasi. Kisah Ari Eka menjadi pengingat bahwa apresiasi yang sederhana pun dapat menjadi energi besar bagi seorang anak untuk terus berprestasi.

Selamat kepada Ahmad Ari Eka Ramdhani. Terus belajar, terus berprestasi, dan semoga ayam Bangkok berikutnya benar-benar menanti di tingkat Jawa Tengah!

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait