IMG-20260724-WA0019-1
Dukung Program KKN UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, MTs Negeri 2 Rembang Serahkan Bibit Kelapa untuk Penghijauan Desa Gambiran

Rembang – Komitmen MTs Negeri 2 Rembang dalam mendukung pelestarian lingkungan kembali diwujudkan melalui penyerahan bibit kelapa kepada Kelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gamasatya Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta yang bertugas di Desa Gambiran, Kecamatan Pamotan, Kabupaten Rembang. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Perkemahan Jumat Malam Sabtu (PERJUSA) dalam rangka Penerimaan Tamu Gugus Depan 071/072 MTs Negeri 2 Rembang, Jumat (24/7/2026).

Penyerahan bibit dilakukan secara simbolis oleh Kapolsek Pamotan, AKP. M. Sulhan Mulyadi, S.H., M.H., bersama Kepala MTs Negeri 2 Rembang, Ulinnuha, S.Fil.I., kepada M. Quesh Alqorni, selaku Ketua Kelompok Mahasiswa KKN UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta di Desa Gambiran.
Bibit kelapa tersebut selanjutnya akan ditanam bersama masyarakat di Desa Gambiran pada pekan depan sebagai bagian dari program penghijauan dan pelestarian lingkungan yang diinisiasi mahasiswa KKN.

Kepala MTs Negeri 2 Rembang menyampaikan bahwa dukungan terhadap program mahasiswa KKN merupakan bentuk nyata kolaborasi antara lembaga pendidikan, perguruan tinggi, masyarakat, dan pemerintah dalam membangun kesadaran menjaga lingkungan.
“Program penghijauan yang diinisiasi mahasiswa KKN memiliki semangat yang sama dengan gerakan yang sedang dikembangkan di MTs Negeri 2 Rembang. Karena itu, kami memberikan apresiasi dan dukungan penuh agar kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi implementasi nyata dari kebijakan Ekoteologi Kementerian Agama Republik Indonesia, yang di tingkat Kabupaten Rembang diterjemahkan melalui program MELATI (Madrasah Ekoteologi Lestarikan Alam Tingkatkan Iman). Di MTs Negeri 2 Rembang, semangat tersebut kemudian dikembangkan melalui program LENTERA (Literasi, Edukasi, Nilai, Teknologi, Ekoteologi, dan Riset) yang diimplementasikan dalam gerakan literasi LENTERA SA’ADAH.
Melalui berbagai program tersebut, madrasah tidak hanya membangun budaya literasi, tetapi juga menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari pendidikan karakter. Menanam pohon dipandang bukan sekadar kegiatan penghijauan, melainkan bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga kelestarian alam sebagai amanah dari Allah Swt.
Sementara itu, Kapolsek Pamotan, AKP. M. Sulhan Mulyadi, S.H., M.H., memberikan apresiasi terhadap inisiatif MTs Negeri 2 Rembang dan mahasiswa KKN UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang bersama-sama mengembangkan gerakan penghijauan. Menurutnya, pohon kelapa memiliki manfaat yang sangat besar, tidak hanya dari sisi lingkungan, tetapi juga sebagai salah satu tanaman yang mendukung ketahanan pangan dan memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.
“Pohon kelapa adalah tanaman yang hampir seluruh bagiannya bermanfaat. Selain membantu menjaga kelestarian lingkungan, kelapa juga memiliki nilai ekonomi dan menjadi salah satu komoditas yang mendukung ketahanan pangan masyarakat. Karena itu, gerakan menanam seperti ini perlu terus didukung dan dikembangkan,” ungkapnya.
Kolaborasi ini menjadi contoh bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dibangun melalui sinergi berbagai pihak, mulai dari madrasah, perguruan tinggi, aparat pemerintah, hingga masyarakat. Dengan semangat gotong royong, diharapkan semakin banyak gerakan penghijauan yang mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi generasi mendatang.


Melalui kegiatan ini, MTs Negeri 2 Rembang kembali menegaskan komitmennya sebagai madrasah yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik dan literasi, tetapi juga aktif mengambil peran dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui aksi nyata yang berkelanjutan. (Kontributor: Tim Literasi MTs Negeri 2 Rembang).

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait