WhatsApp-Image-2026-09-01-at-00.42.09
Eksklusif: Kepala Madrasah Serahkan Hadiah Pemenang Konten Festival Literasi Nasional 2026

MTs N 2 Rembang — Kabar membanggakan kembali datang dari dunia literasi MTs Negeri 2 Rembang. Sebagai bentuk apresiasi atas prestasi dan kreativitas peserta didik, Kepala MTs Negeri 2 Rembang, Ulinnuha, S.Fil.I., menyerahkan secara langsung hadiah kepada Ahmad Luqman Hakim, siswa yang berhasil menjadi pemenang Konten Festival Literasi Nasional (FLN) 2026 yang diselenggarakan oleh Nyalanesia.

Penyerahan hadiah tersebut menjadi momentum istimewa bagi madrasah. Bukan sekadar pemberian penghargaan, tetapi juga menjadi bentuk nyata bahwa setiap karya peserta didik layak dihargai dan setiap keberanian untuk berkarya patut mendapatkan apresiasi.

Prestasi Ahmad Luqman Hakim sekaligus memberikan warna tersendiri dalam perjalanan gerakan literasi di MTs Negeri 2 Rembang. Di tengah berbagai aktivitas pembelajaran, ia mampu menunjukkan bahwa literasi tidak hanya tentang membaca buku, tetapi juga tentang kemampuan mengolah gagasan, menyampaikan pesan, menciptakan karya, dan berani menunjukkan kreativitas kepada publik.

Apresiasi untuk Sebuah Karya

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Madrasah Ulinnuha, S.Fil.I., memberikan apresiasi atas pencapaian yang diraih Ahmad Luqman Hakim. Menurutnya, prestasi tersebut harus menjadi pemantik semangat bagi peserta didik lainnya untuk berani menghasilkan karya.

“Prestasi ini adalah bukti bahwa anak-anak madrasah memiliki potensi yang luar biasa. Yang perlu kita lakukan adalah memberikan ruang, kesempatan, pendampingan, dan apresiasi agar potensi itu tumbuh menjadi karya.”

Ia juga berpesan agar penghargaan yang diterima tidak berhenti sebagai sebuah kebanggaan, tetapi menjadi awal dari perjalanan yang lebih panjang.

“Jangan berhenti pada satu prestasi. Jadikan penghargaan ini sebagai motivasi untuk terus belajar, terus berkarya, dan terus mencoba hal-hal baru. Karya yang baik lahir dari keberanian untuk memulai dan kemauan untuk terus memperbaiki diri.”

Ketika Literasi Melahirkan Prestasi

Keberhasilan Ahmad Luqman Hakim dalam Festival Literasi Nasional 2026 menjadi contoh bahwa budaya literasi yang dibangun di madrasah dapat menemukan bentuknya dalam berbagai kreativitas peserta didik.

Literasi tidak selalu hadir dalam bentuk tulisan panjang. Ia dapat tumbuh melalui video, konten kreatif, fotografi, puisi, cerita, gagasan, maupun berbagai media digital yang dekat dengan kehidupan generasi muda.

Karena itu, madrasah terus berupaya memberikan ruang kepada peserta didik untuk mengembangkan kemampuan literasinya sesuai dengan minat dan potensinya.

Prestasi Ahmad Luqman Hakim diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi siswa lainnya:

Tidak harus menunggu menjadi hebat untuk berkarya. Beranilah berkarya, maka dari sanalah proses menjadi hebat dimulai.

Dari Satu Siswa, Menjadi Inspirasi Bersama

Bagi MTs Negeri 2 Rembang, penghargaan ini bukan hanya milik seorang pemenang. Di dalamnya terdapat semangat seluruh warga madrasah yang terus berusaha menumbuhkan budaya membaca, menulis, berkarya, berbagi, dan menginspirasi.

Apresiasi kepada Ahmad Luqman Hakim juga menjadi pengingat bahwa setiap siswa memiliki cerita dan potensi masing-masing. Tugas madrasah adalah membantu mereka menemukan ruang untuk tumbuh.

Selamat kepada Ahmad Luqman Hakim.

Terus berkarya. Terus belajar. Terus menginspirasi.

Satu karya hari ini, bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang di kemudian hari.

MTs Negeri 2 Rembang
Literasi Edukasi, Narasi, dan Teras Aspirasi

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait