Rembang – Semangat literasi terus tumbuh dan mengakar di MTs Negeri 2 Rembang. Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan literasi madrasah, guru dan peserta didik menggelar Pembacaan Puisi Bersama dengan membawakan karya-karya terbaik yang telah diterbitkan dalam buku antologi puisi berjudul “Anyaman Kata dalam Kebhinekaan”.
Kegiatan ini menjadi lebih istimewa karena seluruh puisi yang dibacakan merupakan karya orisinal guru dan peserta didik MTs Negeri 2 Rembang yang telah lolos proses kurasi dan diterbitkan dalam sebuah buku ber-ISBN melalui Program Sekolah Literasi Nasional (SLN) yang diselenggarakan oleh Nyalanesia. Kehadiran buku tersebut menjadi bukti bahwa budaya literasi di madrasah tidak berhenti pada kegiatan membaca dan menulis, tetapi berkembang menjadi karya nyata yang dapat dinikmati oleh masyarakat luas.
Suasana pembacaan puisi berlangsung penuh penghayatan. Satu per satu guru dan peserta didik tampil membacakan karya mereka dengan ekspresi, intonasi, dan penghayatan yang menggambarkan keberagaman, persatuan, cinta tanah air, serta nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi ruh dari antologi “Anyaman Kata dalam Kebhinekaan”.
Lebih dari sekadar penampilan seni, kegiatan ini menjadi ruang apresiasi bagi para penulis untuk memperkenalkan hasil karyanya kepada warga madrasah. Melalui setiap bait puisi, tersampaikan pesan tentang pentingnya menghargai perbedaan, menjaga persaudaraan, serta merawat semangat kebhinekaan sebagai kekuatan bangsa Indonesia.
Partisipasi aktif guru dan peserta didik dalam penerbitan buku antologi puisi merupakan salah satu wujud implementasi budaya literasi yang terus dikembangkan melalui Program LENTERA SA’ADAH. Gerakan literasi ini mendorong seluruh warga madrasah untuk tidak hanya gemar membaca, tetapi juga berani menulis, berkarya, dan mempublikasikan gagasan dalam berbagai bentuk karya tulis.
Keikutsertaan MTs Negeri 2 Rembang dalam Program Sekolah Literasi Nasional menjadi langkah nyata untuk membangun ekosistem literasi yang berkelanjutan. Melalui pendampingan dan kolaborasi bersama Nyalanesia, guru dan peserta didik memperoleh kesempatan mengembangkan kemampuan menulis hingga menghasilkan karya yang terdokumentasi secara resmi melalui penerbitan buku ber-ISBN.
Kepala MTs Negeri 2 Rembang menyampaikan bahwa setiap karya yang lahir merupakan hasil dari proses belajar, keberanian menuangkan gagasan, dan ketekunan dalam berlatih menulis. Oleh karena itu, budaya literasi harus terus dipupuk agar menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari di madrasah.
Melalui kegiatan pembacaan puisi ini, MTs Negeri 2 Rembang ingin menunjukkan bahwa literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga sarana membangun karakter, menumbuhkan kepekaan terhadap lingkungan sosial, serta memperkuat identitas kebangsaan. Setiap puisi yang dibacakan menjadi bukti bahwa karya sederhana yang lahir dari ruang kelas mampu menjadi bagian dari perjalanan besar membangun budaya literasi Indonesia.
