WhatsApp-Image-2026-08-12-at-21.24.00-1
MTs Negeri 2 Rembang Serahkan Bantuan Bibit Tanaman untuk Gerakan Ekoteologi Kolaboratif di Desa Dadapan

Semangat kepedulian terhadap lingkungan terus diwujudkan oleh MTs Negeri 2 Rembang melalui LENTERA SA’ADAH. Pada Rabu, 12 Agustus 2026, MTs Negeri 2 Rembang menyerahkan bibit tanaman secara simbolis kepada perwakilan mahasiswa KKN UIN Sunan Kalijaga yang melaksanakan kegiatan di Desa Dadapan, Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang.

Bibit yang diserahkan terdiri atas 40 bibit kelapa, 1 bibit jambu air, 1 bibit kelengkeng, 1 bibit mangga, dan 1 bibit alpukat, sehingga seluruhnya berjumlah 44 bibit tanaman.

Penyerahan dilakukan di MTs Negeri 2 Rembang dan diwakili oleh Waka Sarpras, Endang Basuki Asih, bersama Slamet Winarto selaku Tim LENTERA SA’ADAH MTs Negeri 2 Rembang. Bibit tersebut secara simbolis diserahkan kepada Agna Niha Azzahra, perwakilan mahasiswa KKN Desa Dadapan, yang disaksikan oleh mahasiswa KKN lainnya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan Gerakan Ekoteologi Kolaboratif yang akan dilaksanakan pada Kamis, 13 Agustus 2026 di Desa Dadapan. Penanaman bibit direncanakan dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan Kementerian Agama Kabupaten Rembang, MTs Negeri 2 Rembang, mahasiswa KKN, serta perangkat Desa Dadapan.

Melalui kegiatan ini, penanaman pohon tidak hanya dimaknai sebagai upaya penghijauan, tetapi juga sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap lingkungan. Semangat tersebut sejalan dengan nilai ekoteologi, yaitu membangun kesadaran bahwa menjaga dan merawat alam merupakan bagian dari tanggung jawab manusia sebagai makhluk ciptaan Allah SWT.

Kegiatan ini juga menjadi salah satu bentuk implementasi semangat LENTERA SA’ADAH dalam menghadirkan literasi yang tidak berhenti pada pengetahuan, tetapi diwujudkan dalam aksi nyata yang berdampak bagi lingkungan dan masyarakat.

Satu pohon mungkin terlihat sederhana, tetapi ketika ditanam bersama, dirawat bersama, dan diniatkan untuk kebermanfaatan bersama, ia dapat menjadi awal dari perubahan yang lebih besar.

Dari madrasah, menanam kepedulian. Dari desa, menumbuhkan harapan. Bersama, menjaga bumi untuk generasi mendatang. (sw)

 

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait