47c15140-f2d2-4dec-bd23-ffe05e4c3554-2
Perpustakaan Digital Itu Sudah Ada, Tinggal Mau Dibuka atau Tidak.

Slamet Winarto, S.Pd.

Di zaman ketika hampir semua orang tidak bisa jauh dari handphone, sebenarnya membaca menjadi semakin mudah. Buku tidak lagi harus dibawa dalam tas tebal, tidak perlu menunggu perpustakaan buka, bahkan tidak harus duduk lama di ruang baca. Semua bisa hadir hanya melalui genggaman tangan.

Karena itulah MTs Negeri 2 Rembang menghadirkan perpustakaan digital sebagai bagian dari ikhtiar membangun budaya literasi di madrasah. Sebuah ruang baca modern yang bisa diakses kapan saja dan di mana saja melalui smartphone.

Namun jujur saja, ada rasa sedih ketika aplikasi yang sudah dibuat dengan penuh semangat justru belum dimanfaatkan secara maksimal. Sudah dipromosikan berkali-kali, sudah dikenalkan kepada guru maupun siswa, tetapi masih banyak yang memilih lewat begitu saja.

Padahal di dalamnya bukan sekadar kumpulan file digital. Ada ilmu, ada pengetahuan, ada kesempatan untuk membuka wawasan lebih luas. Sayangnya, kadang kita terlalu sibuk menggulir media sosial hingga lupa bahwa handphone juga bisa menjadi jendela masa depan.

Ironisnya, banyak siswa mampu menghabiskan berjam-jam untuk scrolling tanpa arah, tetapi merasa berat membuka aplikasi perpustakaan beberapa menit saja. Kita hidup di era informasi melimpah, tetapi minat membaca justru sering kalah oleh hiburan sesaat.

Perpustakaan digital sebenarnya bukan soal aplikasi. Ini soal kebiasaan. Soal mau atau tidaknya kita bertumbuh. Karena bangsa yang besar tidak dibangun dari banyaknya konten viral, melainkan dari banyaknya generasi yang mau belajar.

Guru dan siswa perlu mulai melihat bahwa membaca bukan beban tambahan. Membaca adalah cara agar seseorang tidak mudah tertipu, tidak gampang terprovokasi, dan mampu berpikir lebih luas daripada sekadar ikut-ikutan tren.

Mungkin hari ini aplikasi perpustakaan itu terlihat sepi. Namun semoga suatu saat nanti, dari aplikasi sederhana itu lahir siswa-siswa yang gemar membaca, berani menulis, dan mampu membawa perubahan.

Karena literasi tidak langsung tumbuh besar. Ia dimulai dari satu klik kecil, satu halaman yang dibaca, lalu perlahan menjadi cahaya.

Jangan biarkan perpustakaan digital hanya menjadi pajangan di Playstore.

Sebab yang sia-sia bukan aplikasinya, tetapi ketika kesempatan belajar ada di tangan kita, namun tidak pernah dibuka.

📚 Perpustakaan Digital MTs Negeri 2 Rembang:
Unduh di Play Store

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait