WhatsApp-Image-2026-08-17-at-13.03.11-1
Profil Pembaca Protokol Upacara HUT Kemerdekaan RI ke-81 Tingkat Kecamatan Pamotan, Kabupaten Rembang

Eko Munjayanah, S.Pd., lahir di Rembang pada 3 Juli 1981. Beliau merupakan anak ke 6 dari 6 bersaudara, putri dari Bapak Ngali dan Ibu Ngasri

Pendidikan formal ditempuh di SD N Kasreman Rembang, kemudian melanjutkan ke SMP 4 Rembang, SMA N 2 Rembang, dan IKIP PGRI Semarang, yang kini menjadi Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), pada Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Program Studi Bahasa Indonesia, dan menyelesaikan pendidikan pada tahun 2024.

Dalam bidang pendidikan, Eko Munjayanah, S.Pd. mengabdikan diri sebagai tenaga pendidik di MTs Negeri 2 Rembang sejak tahun 2005. Selain menjalankan tugas sebagai pendidik, beliau juga aktif dalam berbagai kegiatan Literasi, Pengurus PGRI Kecamatan Pamotan sejak tahun 2015, sosial dan Pengurus organisasi kemasyarakatan Muslimat Ranting Kasreman.

Dalam kehidupan keluarga, Eko Munjayanah merupakan istri dari Serka Suryo Supriyatmoko, yang bertugas sebagai Babinsa Koramil Pamotan. Sebagai istri prajurit, beliau juga aktif dalam kegiatan Persit Kartika Chandra Kirana.
Pada kesempatan Upacara Peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 tahun 2026 Kecamatan Pamotan Kabupaten Rembang, adalah tahun yang ke 15,  Eko Munjayanah, S.Pd. dipercaya sebagai Pembaca Protokol Upacara.

Semoga pengabdian dan dedikasi beliau dalam dunia pendidikan, organisasi, serta kehidupan bermasyarakat senantiasa memberikan manfaat dan menjadi bagian dari semangat Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait