Huaira Livhi Ichwa Maula
Sekolahku adalah tempat belajar,
tempatku mencari ilmu dan arti hidup,
tanpa sekolah, langkah terasa bimbang,
bagaikan kapal tanpa arah di laut.
Hari terasa kosong dan membosankan,
jika waktu hanya dihabiskan sia-sia,
sekolah memberi warna dalam hidupku,
walau kadang lelah dan ingin menyerah.
Namun, setiap anak punya cerita berbeda,
ada yang semangat datang setiap pagi,
ada pula yang terpaksa duduk di kelas,
karena beban hidup lebih berat dari buku.
Sekolah dulu tempat berteman dan tertawa,
tempat berbagi mimpi tanpa takut diejek,
tapi tekanan dan tugas yang menumpuk,
kadang membuat sekolah terasa melelahkan.
Belajarlah dari mereka yang berjuang,
yang tetap datang meski sepatu bolong,
ternyata ilmu bisa didapat dengan cara apa pun,
asal hati mau berusaha dan tidak menyerah.
Jadilah siswa yang pantang mundur,
melangkah pelan tapi pasti ke depan,
tebar sopan santun dan semangat belajar,
karena sekolah bukan cuma soal nilai,
tapi soal bagaimana kita tumbuh jadi manusia.
Ulasan:
Puisi “Sekolah Bukan Cuma Nilai” karya Huaira Livhi Ichwa Maula menyampaikan pesan yang sangat dekat dengan kehidupan pelajar masa kini. Melalui bahasa yang sederhana namun penuh makna, penyair menggambarkan bahwa sekolah bukan hanya tempat mengejar angka dan prestasi, tetapi juga tempat tumbuhnya karakter, semangat, dan harapan hidup. Puisi ini terasa kuat karena tidak hanya menampilkan sisi indah sekolah, tetapi juga realitas tentang tekanan belajar, perjuangan hidup, dan perbedaan kondisi setiap siswa.
Keindahan puisi ini terletak pada pesan empatinya. Penyair mengajak pembaca untuk menghargai perjuangan orang lain, tetap semangat menuntut ilmu, dan tidak mudah menyerah meski keadaan sulit. Penutup puisi menjadi bagian paling menyentuh karena menegaskan bahwa tujuan utama sekolah adalah membentuk manusia yang berakhlak, tangguh, dan terus berkembang, bukan sekadar memperoleh nilai tinggi. Puisi ini inspiratif, reflektif, dan sangat relevan bagi dunia pendidikan saat ini.