WhatsApp-Image-2026-09-07-at-18.06.12-2
Senin di Madrasah: Antara Khidmat Upacara dan Teduhnya Tadarus Al-Qur’an

MTs N 2 Rembang — Senin pagi di MTs Negeri 2 Rembang tidak selalu dimulai dengan kegiatan yang sama. Untuk memberikan ruang yang seimbang antara pembentukan karakter kebangsaan dan penguatan nilai keagamaan, kegiatan Senin di madrasah dilaksanakan dalam dua bentuk secara bergantian.

Pada Senin pertama dan berikutnya sesuai jadwal, seluruh warga madrasah mengikuti Upacara Pengibaran Bendera sebagai bentuk pembiasaan disiplin, cinta tanah air, dan penghormatan terhadap nilai-nilai perjuangan bangsa.

Sementara itu, pada Senin yang tidak dijadwalkan untuk upacara, suasana pagi di madrasah diisi dengan kegiatan Tadarus Al-Qur’an. Kegiatan dilaksanakan pada jam pertama sebelum pembelajaran dimulai. Setiap peserta didik diwajibkan membawa Al-Qur’an masing-masing untuk dibaca secara bersama-sama di ruang kelas.

Menariknya, kegiatan tadarus tidak hanya menjadi aktivitas peserta didik. Guru yang memiliki jadwal mengajar pada jam pertama turut mendampingi dan mengikuti tadarus bersama siswa di kelas masing-masing. Dengan demikian, kelas tidak hanya menjadi ruang untuk belajar pengetahuan, tetapi juga menjadi ruang untuk menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an.

Suasana pagi pun terasa berbeda. Ketika lantunan ayat-ayat Al-Qur’an terdengar dari ruang-ruang kelas, aktivitas pembelajaran diawali dengan ketenangan, doa, dan kebersamaan.

Kepala MTs Negeri 2 Rembang, Ulinnuha, S.Fil.I., menyampaikan bahwa pembiasaan tersebut merupakan salah satu ikhtiar madrasah untuk semakin mendekatkan peserta didik dengan Al-Qur’an.

“Melalui kegiatan tadarus bersama inilah salah satu cara kita membumikan Al-Qur’an. Anak-anak tidak hanya belajar membaca Al-Qur’an, tetapi juga dibiasakan untuk dekat, mencintai, dan menjadikannya bagian dari kehidupan sehari-hari.”

Menurutnya, membumikan Al-Qur’an tidak cukup hanya melalui pembelajaran di dalam kelas. Ia perlu dihadirkan dalam kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten. Karena itu, tadarus pagi diharapkan menjadi budaya yang tumbuh secara alami di lingkungan madrasah.

Dengan pola kegiatan Senin yang bergantian antara khidmatnya pengibaran bendera dan teduhnya tadarus Al-Qur’an, MTs Negeri 2 Rembang berupaya membangun keseimbangan: membentuk generasi yang mencintai tanah air sekaligus dekat dengan nilai-nilai Al-Qur’an.

Senin bukan sekadar awal pekan. Ia menjadi awal untuk menanamkan kebiasaan baik, sedikit demi sedikit, hingga menjadi karakter.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait