9fec7fdb-70d6-4757-996a-e1819ffba56c-1
Sinarengan

Sri Rejeki, S.Pd.

Gerimis ngriwis ora uwis uwis ,
langite peteng ndhedhet sansoyo atis,
ora ana lintang kang sumebyar,
sing ngreronce cerito wengi kang wening.
Lamat-lamat srengengene njedhul saka wetan
anggawa pepadhanging jagad,.
sedulur padha tangi Kanti ayem lan due pangarepan,
padha makaryo amrih nyukupi kebutuhan. Tumpraping manungsa iku kabeh sedulur,
ora pandhang sapa,
ora pandhang beda,
ora pandhang bala,
lan ora pandhang sapa Sira sapa ingsun,
yen ati resik tumindak becik
mampir sedhelo nanging migunani tumpraping liyan.
Ayo sedulur padha sing guyub sing rukun
makarya bareng bareng
amrih ngilangno penyakit ati,
sing di rasa amung lara…,
Lara sing tanpo umpama,
dadi wong ora kuwawa,
manis esemu ojo mung ana ing lathi,
nanging kawujud ana ing jeroning ati.

 

Ulasan

Geguritan “Sinarengan” karya Sri Rejeki, S.Pd. menghadirkan pesan kehidupan yang penuh nilai kebersamaan, kerukunan, dan ketulusan hati. Melalui bahasa Jawa yang sederhana namun mendalam, geguritan ini menggambarkan perjalanan hidup manusia layaknya pergantian malam menuju pagi. Suasana gerimis, langit peteng, hingga munculnya srengenge menjadi simbol harapan bahwa setiap kesulitan akan berganti dengan cahaya kehidupan.

Keindahan geguritan ini terletak pada ajakan untuk hidup “sinarengan” atau bersama-sama tanpa memandang perbedaan. Penyair menanamkan nilai luhur tentang persaudaraan, gotong royong, dan pentingnya memiliki hati yang resik. Pesan moralnya terasa kuat ketika mengingatkan bahwa senyum dan kebaikan tidak cukup hanya di bibir, tetapi harus lahir dari hati yang tulus.

Selain indah secara bahasa, geguritan ini juga sarat makna sosial dan pendidikan karakter. Pembaca diajak untuk meninggalkan penyakit hati, membangun kerukunan, serta menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama. Nuansa hangat, penuh harapan, dan kearifan Jawa menjadikan “Sinarengan” terasa menenangkan sekaligus menginspirasi.

 

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait