IMG-20260801-WA0018
Sinergi Ekoteologi, MTs Negeri 2 Rembang Ikuti Gerakan Penanaman Bibit Bersama KKN UIN Sunan Kalijaga

Rembang – Semangat pelestarian lingkungan berpadu dengan nilai-nilai keagamaan dalam kegiatan Penanaman Bibit Berbasis Ekoteologi yang diselenggarakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta di Lapangan Desa Gambiran, Kecamatan Pamotan, Kabupaten Rembang, Sabtu (1/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi wujud nyata kolaborasi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun kepedulian terhadap kelestarian lingkungan melalui pendekatan ekoteologi. Turut hadir memberikan sambutan Camat Pamotan, Rofiq Pahlevi, serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rembang, H. Moh. Mukson, S.Ag., M.Pd.I

Acara juga dihadiri oleh mahasiswa KKN UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Pamotan, perangkat Desa Gambiran, tokoh masyarakat, guru dan siswa MTs Negeri 2 Rembang, serta berbagai unsur masyarakat yang bersama-sama menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian alam.

Dalam sambutannya, Camat Pamotan mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN yang mampu menggerakkan berbagai elemen masyarakat untuk bersama-sama menanam pohon sebagai investasi lingkungan bagi generasi mendatang. Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan harus menjadi budaya yang terus ditanamkan sejak usia dini.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rembang, H. Moh. Mukson, S.Ag., M.Pd.I menegaskan bahwa menjaga kelestarian lingkungan merupakan bagian dari implementasi nilai-nilai keagamaan. Melalui pendekatan ekoteologi, masyarakat diajak untuk memahami bahwa merawat alam adalah bagian dari tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi.

Kepala MTs Negeri 2 Rembang, Ulinnuha, S.Fil.I., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini sejalan dengan komitmen madrasah dalam mengembangkan budaya peduli lingkungan melalui program MELATI (Madrasah Ekoteologi Lestarikan Alam Tingkatkan Iman).

“Menanam satu bibit bukan sekadar menanam pohon, tetapi juga menanam harapan, kepedulian, dan tanggung jawab kepada generasi mendatang. Kami berharap kegiatan seperti ini mampu membentuk karakter peserta didik agar semakin mencintai lingkungan sebagai bagian dari wujud keimanan,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penanaman bibit secara simbolis oleh para tamu undangan bersama peserta, kemudian dilanjutkan penanaman bersama di area yang telah disiapkan. Suasana kebersamaan tampak begitu hangat, mencerminkan semangat gotong royong dalam menjaga kelestarian alam.

Melalui kegiatan ini diharapkan terbangun kesadaran bersama bahwa menjaga lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau lembaga tertentu, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Dengan semangat kolaborasi, gerakan kecil menanam pohon hari ini diharapkan menjadi langkah besar dalam mewujudkan lingkungan yang hijau, sehat, dan lestari bagi generasi masa depan.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait